Dr. Hasani Ahmad Said, S.Th.I., M.A. lahir di 'kota baja' tepatnya Jl. Pabean, Kec. Purwakarta, Kota Cilegon, Provinsi Banten, Ahad, 21 Februari 1982, adalah anak kesebelas dari dua belas bersaudara dari pasangan ayahanda Ahmad Syamsuri bin H. Said dan Ibunda Sunariyah binti H. Surya. Saat ini bertugas sebagai Dosen Tetap Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Jenjang karir pendidikan tertingginya mulai tahun 2008- sekarang sebagai Mahasiswa Program Doktor/Kandidat Doktor Islamic Studies Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menulis disertasi "Diskursus Munasabah Alquran: Kajian Atas Tafsir al-Mishbah" di bawah bimbingan Prof. Dr. H. Hamdani Anwar, M.A. dan Prof. Dr. H. Chatibul Umam. Tahun 2005-2007 menyelesaikan S-2 Program Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Program Studi Kajian Islam, Konsentrasi Tafsir Hadis, selesai 2 tahun 1 bulan, menulis tesis bertajuk "Corak Pemikiran Kalam Tafsir Fath al-Qadir; Telaah Atas Pemikiran al-Syaukani Bidang Teologi Islam", di bawah bimbingan Prof. Dr. H. Salman Harun. Tahun 2005-2007 menyelesaikan Setara S-2 (non Tesis) Mahasiswa Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan Ke VIII, MUI (Majlis Ulama Indonesia) DKI Jakarta, diwisuda oleh wakil gubernur DKI Jakarta ketika itu Dr. Ing. H. Fauzi Bowo. Tahun 2001-2005: S-1 UIN (Universitas Islam Negeri) Syarif Hidayatullah Jakarta, Fakultas Ushuluddin, Jurusan Tafsir Hadis, selesai 3 tahun 4 bulan, menulis skripsi bertajuk "Hadis tentang Adzan Ditinjau Dari Segi Sejarah: Kajian Atas Kitab Kutub al-Sittah, Masalah Adzan Shubuh dan Jumat, dengan pembimbing Dr. II. Luthfi Fathullah, M.A. dan Dr. H. Bustamin, MBA; tahun 1998-2001; MA (Madrasah Aliyah) al-Khairiyah Karangtengah, Cilegon Banten; 1995-1998: MTs (Madrasah Tsanawiyah) al-Khairiyah Karangtengah, Cilegon Banten; 1989-1995: SDN (Sekolah Dasar Negeri) Pecinan Cilegon, Banten; dan 1989-1995: MI (Madrasah Ibtidaiyah) al-Khairiyah Karangtengah, Cilegon, Banten.
Sedang Pendidikan Non Formal, tahun 1995-2000: Pondok Pesantren Salafi Nurul Qamar, yang sekarang berganti nama menjadi Ponpes Banu al-Qamar Cilegon Banten; 2002: Kursus Komputer dan Internet INMADA Jakarta; 2003: Kursus computer semua program di Computer Cafe Jakarta; 2005: Kursus Bahasa Inggris di Oxford Cours Indonesia; 2007-2008: Kursus Bahasa Inggris, di Pare, Kediri, 2007-2008: Kursus Bahasa di Pusat Bahasa dan Budaya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; tahun 2010 mengikuti Pendidikan Kader Mufassir (PKM) angkatan V. Pusat Studi Alquran, Jakarta, dibawah asuhan Prof. Dr. M. Quraish Shihab, M.A. dan dari lembaga ini pula mendapatkan kesempatan beasiswa Program Sandwich ke Kairo, Mesir dalam rangka memantapkan keilmuan Tafsir dan "Ulum al-Qur'an, sekaligus memperkaya dan merampungkan disertasi.
Pengalaman Mengajar dan Pengabdian Masyarakat, 2009 sekarang: Dosen Tetap Tafsir (Ilmu-ilmu Alquran/ Hermeneutika Alquran) pada Fakultas Syariah IAIN Raden Intan, Lampung, mengampu mata kuliah Ilmu Kalam, Studi Naskah; tahun 2008-2009 sebagai Dosen Luar Biasa (DLB) pada Fakultas Syariah IAIN Raden Intan Lampung mengampu mata kuliah 'Ulum al-Hadith, 2008: Asisten Profesor di Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengasistensi Prof. Dr. Abdul Aziz Dahlan dalam mengampu mata kuliah Ilmu Kalam dan Studi Naskah Tasawuf; tahun 2007-2009 sebagai Asisten Profesor di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengasisteni Prof. Dr. Rifat Syauqi Nawawi, M.A. mengampu mata kuliah 'Ulum al-Qur'an; 2008-2009: Dosen tidak tetap di Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengasisteni Prof. Dr. Sutarmadi, M.A. dan Drs. Odjo Kusnara, M.A. mengampu mata kuliah "Ulum al-Hadith dan Hadis Ahkam; 2008-2009: Pelaksana Laboratorium Ibadah dan Fatwa di Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; 2007-2008: Pengajar pelatihan seni baca al-Qur'an di di Yayasan Pesantren Nurul Iman, Pondok Aren, Tangerang, Banten; 2005-2008: Pengajar Tilawah al-Qur'an di HIQMA (Himpunan Qari dan Qari'ah Mahasiswa) UIN Syahid Jakarta: 2005-2006: Pengajar Pelatihan Seni Baca al-qur'an di YPI al-Khairiyah Kebon Jeruk Jakarta: 2004-2005: Pengajar Tilawah al-Qur'an di SMP 87 Pondok Pinang Jaksel; 2002 sekarang: Imam tetap Masjid Fathullah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
2. Pendahuluan
Video ini merupakan dokumentasi dari program kajian Serambi Islami TVRI yang mengangkat tema fundamental mengenai pembangunan karakter pemuda yang berkualitas dan berakhlak mulia. Kajian ini menghadirkan Dr. H. Hasani Ahmad Said, M.A. dan Ustaz Abi Gifran, ST., H.I., CHT., sebagai narasumber.
Tujuan utama dari pembahasan ini adalah memberikan landasan teologis dan etika bagi generasi muda Indonesia. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadis dalam kehidupan kontemporer sebagai respons terhadap tantangan globalisasi.
Seperti yang akan saya jelaskan disni, materi video ini menerangkan salah satu pembahsan inti dalam bidang studi dan Pendidikan karakter.
3. Isi Resensi dan Analisis Materi
Materi kajian difokuskan pada tiga pilar pembentukan karakter ideal, yaitu Ilmu, Takwa, dan Akhlak.
A. Pilar Utama Kualitas Pemuda
Pembahasan dimulai dengan penetapan fondasi bagi eksistensi pemuda. Dr. Hasani Ahmad Said menekankan pentingnya ilmu dan ketakwaan, merujuk pada pandangan Imam Asy-Syafi'i yang menyatakan bahwa keberadaan pemuda tidak dianggap jika keduanya tidak ada. Penekanan selanjutnya diberikan pada akhlak (etika), yang diuraikan sebagai tolok ukur kesempurnaan iman seseorang, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW.
B. Petunjuk Al-Qur'an Mengenai Karakter
- Pengendalian Diri dan Permintaan Karunia: Narasumber membahas tafsir Surah An-Nisa ayat 32, menyoroti larangan tatamannau (berangan-angan atau iri) terhadap karunia yang diberikan Allah kepada sebagian orang. Pesan utama dari ayat ini adalah agar individu berusaha dan memohon kepada Allah sebagian dari karunia-Nya (fadl).
- Komunikasi Terbaik (Ahsan): Dibahas pula imperatif untuk mengucapkan perkataan yang lebih baik (Ahsan) berdasarkan Surah Al-Isra ayat 53. Komunikasi yang tidak baik (buruk) diidentifikasi sebagai sumber kerusakan dalam tatanan sosial, keluarga, maupun kenegaraan.
- Contoh Teladan Qur'ani: Untuk mengilustrasikan karakter pemuda ideal, disajikan tokoh-tokoh seperti Nabi Ismail (kepatuhan mutlak), Nabi Yusuf (keteguhan moral di tengah godaan), dan Ashabul Kahfi (keberanian mempertahankan iman).
C. Solusi dan Karakteristik Wajib
Ustaz Abi Gifran menyoroti pentingnya lingkungan pergaulan, mengacu pada kisah Kan'an (putra Nabi Nuh) sebagai contoh kegagalan yang disebabkan oleh faktor eksternal. Sifat-sifat pemuda ideal dirangkum dalam enam poin: Jujur, Tawaduk (Rendah Hati), Lemah Lembut, Sabar, Kasih Sayang, dan Rasa Malu. Penekanan khusus diberikan pada rasa malu, yang berfungsi sebagai filter utama perilaku.
Untuk menghadapi era globalisasi, ditekankan bahwa pemuda harus mengadopsi empat sifat kenabian (Sidiq, Amanah, Tabligh, Fatonah) untuk memastikan kualitas dan integritas diri.
4. Kelebihan dan Kelemahan
Aspek Analisis
Kelebihan (Strengths) : Kajian memiliki landasan keilmuan yang kokoh, didukung oleh rujukan tafsir dan hadis yang valid. Penyampaian materi sistematis dan mudah diakses oleh audiens umum. Format talk show dengan segmen tanya jawab menjadikan penyampaian dinamis dan relevan.
Kelemahan: Terdapat jeda tayangan promosi yang cukup panjang (di menit sekitar 01:16:20 dan jeda lainnya) yang berpotensi memutus fokus penonton terhadap alur kajian yang sedang berlangsung. Beberapa poin penting mengalami pengulangan penekanan di segmen yang berbeda.
5. Penutup dan Rekomendasi
Secara keseluruhan, menurut saya video ini merupakan sumber referensi yang sangat direkomendasikan bagi masyarakat, khususnya bagi generasi muda dan pendidik. Video ini berhasil menyajikan panduan etis dan moral yang dibutuhkan oleh pemuda Indonesia.
Kajian ditutup dengan menegaskan bahwa masa depan bangsa terletak pada kualitas generasinya, sebagaimana diungkapkan melalui kutipan Presiden Soekarno mengenai kekuatan 10 pemuda. Hal ini memperkuat premis bahwa pemuda yang dibekali ilmu dan takwa adalah aset strategis negara.